Sistem Pakar Identifikasi Kerusakan pada Mobil
Profesor Edward Fieganbaum (1982 : 1) dari Universitas
Stanford sebagai seorang pelopor awal dari teknologi sistem pakar,
mendefinisikan sistem pakar sebagai "… suatu program komputer cerdas yang
menggunakan knowledge dan prosedur
inferensi untuk menyelesaikan masalah yang cukup sulit sehingga
membutuhkan seorang yang ahli untuk menyelesaikannya.
Suatu sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang
menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari seorang pakar. Suatu emulsi jauh
lebih kuat daripada suatu simulasi yang hanya membutuhkan sesuatu yang bersifat
nyata dalam beberapa bidang atau hal ( Muhammad Ahrami : 2005 : 1).
Kerusakan pada mobil
terkadang dikarenakan kelalaian dalam melakukan perawatan mobil, baik itu
karena kesibukan pengguna ataupun pengetahuan yang minim dalam perawatan mobil
yang digunakan. Maka dari itu pemilik mobil membutuhkan perawatan yang berkala
dengan cara mendeteksi berbagai macam kerusakan yang ada pada mobil. Sistem pakar
ini berfungsi sebagai diagnosis kerusakan serta perawatan pada mobil, dan diharapkan
dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah seputar kerusakan mobil.
Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar dususun oleh dua bagian utama, yaitu
lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi
(consultation environment). Lingkungan pengembangan system pakar digunakan
untuk memasukkan pengetahuan pakar kedalam lingkungan sistem pakar, sedangkan
lingkungan konsultasi di gunakan oleh pengguna yang bukan pakar untuk
memperoleh pengetahuan pakar.
Langkah-langkah Pengembangan Sistem
1.
Identifikasi
Dalam
proses peng-identifikasian kerusakan pada mobil ini, terlebih dahulu harus
mengkaji situasi dan memutuskan dengan pasti tentang masalah yang akan dikomputerisasi.
Masalah yang diangkat dalam sistem ini yaitu agar dapat mengetahui kerusakan-kerusakan
pada mobil. Dengan sistem pakar ini dapat lebih membantu apa saja kerusakannya
dengan mengecek kondisi mobil terlebih dahulu.
2. Konspetualisasi
Konseptualisasi
adalah mengubah hasil identifikasi masalah menjadi beberapa data yang
direlasikan dengan pengetahuan dan konsep-konsep penting yang berkaitan dengan
bidang tertentu. Pada sistem ini, beberapa data yang dibutuhkan adalah keadaan
atau kondisi mobil yang akan dicek kerusakannya. Untuk mengetahui permasalahan yang umum terjadi pada mobil, maka dilakukan
penanganan dengan mengecek kondisi mobil.
Adapun
kondisi mobil yang harus diperiksa yaitu :
1.
Memeriksa dan
membersihkan busi.
2.
Memeriksa kabel
busi
3.
Memeriksa elemen
penyaring udara
4.
Memeriksa dan
membersihkan tutup distributor
5.
Memeriksa dan
membersihkan rotor
6.
Memeriksa dan
menyetel platina
7.
Memeriksa dan
menyetel celah katup
8.
Menyetel
karburator
3. Formalisasi
Konsep
yang telah di dapatkan dari proses konseptualisasi diimplementasikan secara
normal. Pada sistem formalisasi ini, kategori sistem pakar yang akan dibangun
adalah diagnosis. Karena pada sistem ini bertujuan untuk menentukan kerusakan
apa saja dalam situasi kompleks yang didasarkan pada keadaan atau kondisi mobil
setelah diperiksa. Adapun kerusakan
yang bisa diidentifikasi yaitu kerusakan pada sistem bahan bakar, kerusakan
pada pelumasan dan kerusakan pada pendingin.
4.
Implementasi
Pada
sistem ini, yang akan menjadi inputan adalah keadaan atau kondisi mobil
yangtelah diperiksa. Dan outputnya yaitu jenis kerusakan pada mobil.
5.
Evaluasi
Proses
evaluasi bertujuan untuk menguji dan mengetahui kesalahan yang terdapat pada
sistem pakar yang telah dirancang. Sebaiknya sistem pakar diuji dengan
melibatkan Usernya. User dapat menunjukkan bagian mana yang masih kurang
sempurna dan harus dikorelasi sesuai kebutuhan yang dikehendaki. Hal ini diperlukan
untuk melihat keabsahan sistem pakar tersebut, agar jalannya sistem benar-benar
sesuai dengan tujuan yang dimaksud.
Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acqustion)
Akuisisi
pengetahuan, transfer, dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah
dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Dalam tahap ini knowledge
engineer berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam
basis pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari pakar, di lengkapi dengan buku,
basis data, laporan penelitian dan pengalaman pemakai. Rule
Induction adalah upaya memperoleh akuisisi
pengetahuan yang bersumber dari sumber lain seperti sumber terdokumentasi,
buku, sensor, file komputer, data statistik, dll. Sedangkan Expert Domain adalah
cara proses akuisisi pengetahuan yang diperoleh dari pakarnya langsung. Pada sistem penentuan kerusakan pada mobil
ini, yang akan saya proses Rule Induction.
a.
Identifikasi objek
Pada sistem ini memiliki objek
utama yaitu mobil yang akan diamati kerusakannya. Seperti kerusakan pada sistem
bahan bakar, kerusakan pada pelumasan dan kerusakan pada pendingin.
b.
Identifikasi atribut
Setelah adanya proses
pengidentifikasian objek, langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi atribut. Adapun
atribut-atributnya yaitu :
·
Bahan bakar
·
Mesin
·
Lampu indikator
·
Oli mesin
·
Indicator temperature
·
Kipas pendingin
·
Laju kendaraan
c.
Menyaring atau filter
Menyaring disini adalah memilah atau
menyaring atribut-atribut yang akan digunakan pada sistem pakar. Dan membuang
atribut yang dirasa jika tidak perlu dan tidak penting. Resiko
menghilangkan atribut dapat mengurangi Production Rule yang ada
sehingga membatasi manfaat dari sistem pakar itu sendiri dan sulit dimodifikasi
dimasa yang akan datang. Tetapi, apabila atribut yang digunakan terlalu banyak
juga tidak efisien. Terlalu banyak atribut yang digunakan akan
mengakibatkan Knowledge Based susah dipakai dan memerlukan banyak
sekali data serta respon dari user. Atribut yang sebelumnya telah didefinisikan
sudah disaring dan dipilah sebelumnya, jadi tidak ada atribut yang perlu di
hapus.
d. Menentukan
Decision Tree
Dalam sebuah decision tree, terdapat
yang namanya Root Node. Root Node adalah node yang
mempunyai level tertinggi dari decision tree. Dibawahnya terdiri
dari semua kemungkinan jawaban yang ada. Misalnya untuk atribut Mesin akan
ditetapkan sebagai Root Node. Berikut adalah gambar dari decision
tree untuk sistem pakar yang akan dirancang.
e. Membuat
rule
Dalam membuat rule, kita
dapat mengkonversi decision tree yang ada menjadi himpunan production
rule. Berikut adalah rule pada decision tree sistem:
·
Rule 1: IF mesin sulit
dihidupkan AND Keadaan mesin terasa sinjal saat dihidupkan THEN Kalbulator
Rusak.
·
Rule 2: IF mesin
sulit dihidupkan AND Keadaan mesin tersendat-sendat THEN Filter Bahan Bakar
Rusak
·
Rule 3: IF mesin
mati sendiri AND Keadaan mesin tersendat-sendat THEN Pompa bahan bakar rusak.
Rancangan Model Representasi Pengertahuan
Disini saya menggunakan metode rule inferensi, Forward
Chaining. Forward Chaining merupakan kumpulan data menuju sebuah
kesimpulan. Suatu kasus kesimpulannya dibangun berdasarkan fakta-fakta yang
telah di keketahui. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian
sebelah kiri dulu ( IF ). Tujuan rule inferensi adalah untuk mengambil pilihan
terbaik dari banyak kemungkinan. Medel representasi pengetahuan yang digunakan
adalah model kaidah produksi, yaitu model yang dituliskan dalam bentuk If-Then.
Representasi pengetahuan digunakan untuk menentukan proses diagnosa kerusakan
pada mobil berdasarkan data-data gejala yang ada pada mobil tersebut. Adapun rule
nya yaitu :
(Kerusakan pada
sistem bahan bakar)
a.
If boros bahan bakar
Or mesin sulit dihidupkan
Or mesin tidak normal
And mesin mobil terasa sinjal
waktu dihidupkan
Then Kabulator
b.
If Mesin mati sendiri
And Mesin tersendat-sendat
Then Pompa
bahan bakar rusak
c.
If Boros bahan bakar dan tercium bensin
menyengat
And Laju kendaraan tidak
normal
Then Saluran bahan bakar
kotor atau tersumbat
d.
If Mesin tersendat-sendat akselerasi
berkurang
Or Mesin susah dihidupkan
And Mesin mobil tidk
bertenaga
Then Filter
bahan bakar kotor
e.
If Mesin tidak bertenaga
Or Boros bahan bakar asap
kenalpot berwarna putih
And Mesin Tidak bertenaga
Then Filter udara kotor
f.
If Bau bensin yang menyengat
And Mesin mobil mati dan tidak dihidupkan
Then Tangki
bahan bakar mengalami Kerusakan
(Kerusakan pada
sistem pelumasan)
a.
If Mesin Sering menggelitik
Or Volume oli selalu berkurang
padahal tidak terjadi kebocoran
And Penggantian oli yang tidak sesuai pada
pabrikan
Then Oli
mesin yang tidak cocok pada spesifikasi mesin
b.
If Lampu indicator
Menyala
And Tekanan Oli Menurun
Then Pompa Oli Mengalami
Kerusakan
c.
If Terdapat rembesan oli pada sambungan blok
mesir
And Tekanan oli pada mesin menurun
Then Filter
oli kotor dan tidak dapat menampung karbon dikarenakan panas.
d.
If Terdapat rembesan oli pada pack bak
penampung
And Oli mesin berkurang
Then Bak
penampung oli terjadi kebocoran pada packing
e.
If Oli mesin cepat menetes jika mobil sedang
parker atau berhenti
And Asap putih mengepul pada
kenalpot jika mesin mobil dihidupkan
Then Lampu indikator oli
terjadi kerusakan
(Kerusakan pada
sistem pendingin)
a.
If Indikator temperatur naik jarum petunjuk pada
posisi H
And Mesin mobil mengelitik dan ruangan pada kabin
terasa panas
Then Radiator mengalami
kebocoran
b.
If Kipas pendingin bergoyang
And Mesin terasa panas
Then Coling fan terjadi
kesalahan dalam pemasangan
c.
If Mengeluarkan bunyi menderit
And Terjadi bersentuhannya antara tali kipas dan
pully kering
Then Tali
kipas bermasalah.
d.
If Terdapat rembesan air pendingin antara water
pump dengan blok mesin.
And Temperatur Over heat mesin
menjadi panas
Then Water
pump rusak.
e.
If Terjadi tetesan air pada bawah mesin.
And Mesin akan panas
Then Selang dan pipa
saluran pendingin rusak temakan usia.
Sekian pembahasan yang dapat saya sampaikan di artikel
kali ini. Semoga sedikit banyaknya dapat membantu teman-teman. Apabila terdapat
kesalahan baik dalam penyusunan dan pemilihan kata, saya mohon maaf. Terimakasih
sudah berkunjung!


Komentar
Posting Komentar